SERI PENDALAMAN MATERI EDUKASI PENCEGAHAN & PENYEBARAN COVID-19 INTERAKSI SOSIAL SAAT WABAH COVID-19 ( Materi Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup pada pembelajaran Daring / Online mata pelajaran Sosiologi Kelas X IPS)
Tulisan ini merupakan bahan literasi
yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring bersama pada saat terjadi wabah
covid-19. Tema tulisan ini adalah tentang model interaksi sosial berbasis
tanggap darurat corona. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memperkuat
pandangan, sikap, dan tindakan untuk memutus penyebaran dan penularan covid-19
yang dihubungkan dengan interaksi sosial.
Syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya
kontak sosial dan komunikasi. Selama berlangsungnya wabah COVID-19 ini,
masyarakat diharapkan melakukan Physical Distancing. Kontak sosial dan
komunikasi tidak boleh dilakukan secara sembarang. Hal ini penting dilakukan
dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19. Selama terjadi wabah
COVID-19 ini, semua siswa diharapkan melakukan kegiatan belajar dan beribadah
di dalam rumah.
Lantas bagaimana model kontak sosial dan komunikasi selama terjadi wabah
covid-19 ini ?
Menurut
buku Panduan Pencegahan Covid-10 yang dipublikasikan oleh Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah baru-baru ini, memuat panduan tentang bagaimana kita berinteraksi
sosial di saat terjadi wabah corona. Berikut ini adalah langkah-langkah
teknisnya.
- menghindari
keramaian
- jaga jarak, hindari
bersentuhan dengan orang lain
- mengurangi penggunaan
transportasi umum
- menghindari kunjungan ke
tempat umum seperti mall, bioskop, pusat kebugaran, dan konser
- bekerja, belajar dan
aktivitas di rumah untuk sementara waktu (Sumber: Pem Prov Jateng, 2020)
Berdasar isi panduan pencegahan
covid-19, maka model interaksi sosial selama ada wabah sangat terbatas. Interaksi
sosial terbatas maksudnya adalah dalam melakukan kontak sosial dan komunikasi
harus hati-hati.
Bahkan selama ada wabah
covid-19 tersebut, kontak sosial hampir tidak diperbolehkan. Bukan karena apa,
tetapi dalam rangka untuk memutus penyebaran dan
penularan virus corona.
Pada saat terjadi wabah seperti ini, unsur terpenting dalam berinteraksi adalah
tetap melakukan komunikasi. Melalui media handphone,
televisi, radio, hingga media batin, komunikasi harus tetap dapat berlangsung
walaupun tanpa kontak langsung. Terlebih dalam melakukan gerakan memutus
penyebaran dan penularan virus corona, semua harus melakukan komunikasi.
Baru-baru ini LIPI dan
RISTEK-BRIN bersama BNPB juga merilis Petunjuk Aman Masuk-Keluar Rumah
untuk menghindari penyebaran dan penularan covid-19.
Berikut ini adalah petunjuk
masuk rumah ;
1. masuk rumah jangan sentuh
apapun '
2. buka sepatu sebelum masuk
rumah
3. buika baju lalu segera
masukan ke keranjang cucian
4. taruh tas, dompet, kunci,
dll ke dalam kotak di pintu masuk
5. segera mandi
6. jika tidak mandi, pastikan
cuci semua area kulit yang terkena paparan udara luar 7. bersihkan handphone
atau kacamata dengan alkohol atau disinfektan
8. bersihkan permuklaan atau
benda yang kamu bawa dari luar dengan disinfektan
Berikut ini adalah petunjuk
masuk keluar ;
1. pakai jaket atau baju lengan
panjang
2. tidak perlu pakai aksesoris
(gelang, cincing, anting)
3. pakai masker
4. usahakan tidak menggunakan
transportasi umum
5. pakai tisu di jari untuk
menyentuh permukaan apapun
6. remas tisu lalu buang ke tempat sampah
7. jika batuk dan bersih, tutup dengan tisu
8. usahakan bertransaksi secara non-tunai
9. cuci tangan atau gunakan hand
sanitizersetelah menyentuh benda dan permukaan apapun
10. jangan sentuh muka sampai
tangan benar-benar bersih
11. jaga jarak dengan orang
lain
Model interaksi sosial cukup penting menjawab berhasil dan tidak-nya memutus
dalam penyebaran dan penularan virus corona.
Salah berinteraksi saja, virus corona dalam menyebar ke segala penjuru dan
membahayakan kehidupan masyarakat semuanya.
Karena begitu pentingnya kualitas interaksi sosial, LIPI dan RISTEK BRIN
meluncurkan panduan petunjuk aman masuk-keluar rumah tersebut. Petunjuk ini
menjadi penting karena proses interaksi juga terjadi di dalam rumah. Selain
aman saat berinteraksi di luar, didalam rumah pun juga aman. Sehingga menjadi
sangat tepat ketika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini meluncurkan pedoman
tersebut.
Sembari membaca tulisan-tulisan
informatif lainnya, hal yang terpenting lagi adalah tetap semangat dalam stay
at home ini. Para guru dan orang tua harus tetap semangat mendampingi
para siswa dan anak-anak kita tercinta yang sedang belajar dirumah untuk
sementara waktu.
Untuk membangun semangat belajar daring di rumah, berikut ini ada beberapa
bahan pertanyaan yang dapat digunakan diskusi dalam rangka selalu semangat
melakukan gerakan memutus penyebaran dan
penularan virus corona.
Berikut ini
point-point pemantik semangat belajar daring bersama.
- Berdasarkan ilustrasi di atas, ceritakan suasana interaksi
sosial yang terjadi di tempat tinggal kalian masing-masing pada saat
diberlakukannya 3-M (Memakai masker - Menjaga jarak/menghindari
kerumunan - Mencuci tangan!
- Berdasarkan ilustrasi di atas, ceritakan suasana interaksi
antar anggota keluarga di dalam rumah kalian masing-masing pada saat
diberlakukannya 3-M (Memakai masker - Menjaga jarak/menghindari
kerumunan - Mencuci tangan!
- Bagaimana pendapat anda tentang kelompok keluarga yang belum
melakukan 3-M (Memakai masker - Menjaga jarak/menghindari kerumunan -
Mencuci tangan? Dan berikan masukan tentang hal-hal penting apa yang
perlu dilakukan!
- Menurut kalian, bagaimana model interaksi sosial yang paling
cocok dalam rangka memutus mata rantai penyebaran dan penularan wabah
COVID-19 ?
Komentar
Posting Komentar