COVID-19 (coronavirus desease 2019), oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dinyatakan sebagai pandemi internasional. Bencana non
alam tersebut
telah
memaksa dunia masuk pada tatanan sosial baru, termasuk di dunia pendidikan. Kebijakan physical distancing “melarang peserta
didik belajar di sekolah” merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh
semua guru. Bagaimanapun kondisinya, pembelajaran harus tetap berlangsung untuk mencapai
target
pencapaian
kompetensi
yang telah
ditentukan,
yaitu melalui
pembelajaran di
rumah dengan pola
pembelajaran online.
Hal ini bukan perkara yang mudah, karena pembelajaran online menuntut kreatifitas dan inovasi yang tinggi. Untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu di masa
pandemi ini, penggunaan teknologi informasi
berbasis jaringan (online) sangat dibutuhkan untuk mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran
online.
Kondisi di atas di satu sisi merupakan tantangan, namun di sisi lain sebenarnya menjadi sebuah
peluang, dimana
dapat menjadi wahana aktual bagi
guru untuk melaksanakan pengembangan
keprofesian
guru berkelanjutan. Guru dituntut untuk terus mencoba, belajar dan berproses memunculkan ide-ide
kreatif
dan inovatif dengan sentuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi sesuai
dengan tuntutan pendidikan di era 4.0.
Permasalahan yang
dihadapi dalam pembelajaran online diantaranya kurangnya minat
peserta didik mengikuti pembelajaran online, adanya anggapan
bahwa belajar online merupakan kegiatan
yang membosankan. Untuk itu perlu diterapkan metode beldamas untuk menumbuhkan minat
dalam pembelajaran online. Metode pembelajaran
belajar dari masalah (beldamas) adalah
suatu metode pembelajaran dengan menggunakan masalah yang terdapat dalam
kehidupan nyata sebagai suatu media bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis
dan keterampilan memecahkan masalah.
Dengan metode beldamas diharapkan peserta didik dapat memecahkan
masalah dalam berbagai mata pelajaran. Metode ini juga dapat melatih peserta
didik untuk bisa memecahkan masalah yang erat dengan kehidupannya.
Pembelajaran online dengan metode beldamas dimulai dari tahap persiapan metode belajar dari
masalah (beldamas). Dalam tahap ini, guru
melakukan studi pendahuluan baik terhadap materi yang akan disampaikan maupun
metode yang akan diterapkan. Tindakan berikutnya adalah menentukan tujuan pembelajaran dari
materi yang akan disampaikan, sehingga jelas indikator pencapaian kompetensi
yang akan diraih. Selanjutnya adalah tahap pemunculan masalah. Permasalahan
dapat dimunculkan dari diri peserta didik maupun dari guru atau dapat juga dari
masalah yang terjadi di sekitar kehidupan peserta didik
Tahap berikutnya adalah investigasi dan Inquiri masalah. Pada tahap ini peserta didik diharapkan
dapat melakukan investigasi atau inquiri
dalam kehidupan nyata terkait dengan topik yang dibahas. Langkah terakhir adalah presentasi hasil. Presentasi hasil merupakan tahap terakhir untuk memaparkan hasil
analisis terhadap berbagai masalah yang timbul. Presentasi dilakukan secara tertulis dengan membuat opini atau ulasan analisis masalah terkait
dengan pemecahan masalah. Bagi guru presentasi ini merupakan sarana untuk melaksanakan
penilaian sikap dan ketrampilan dengan menilai kemampuan bernalar,
berargumentasi dan kemampuan mengemukakan opini dalam menyampaikan
pendapatnya maupun kemampuan berkomunikasi secara
tertulis.
Manfaat penggunaan metode beldamas mampu memberikan model pembelajaran yang lebih bervariasi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan dapat memberi konstribusi bagi perbaikan proses pembelajaran di sekolah, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran metode beldamas pada akhirnya diharapkan bisa menjadi metode yang solutif bagi pembelajaran online.
Komentar
Posting Komentar